Minggu, 02 Desember 2012

1.Blok Silinder (Cylinder Block)
Fungsi : Sebagai tempat untuk menghasilkan energi panas dari proses pembakaran
 
2. Torak (Piston)
Fungsi : memindahkan tenaga yang diperoleh dari pembakaran ke poros engkol (crank shaft) melalui batang piston (connecting rod)
 
3. Cincin Torak (Ring Piston)
Fungsi : - Mencegah kebocoran gas saat langkah kompressi dan usaha
- Mencegah oli masuk keruang bakar
- Memindahkan panas dari piston ke dinding silinder
 
4. Batang Torak (Connecting Rod)
Fungsi : Menerima tenaga dari piston yang diperoleh dari pembakaran dan meneruskannya ke poros engkol (crank shaft)
 
5. Poros Engkol (Crankshaft)
Fungsi : Merubah gerak turun naik piston menjadi gerak putar yang akhirnya menggerakkan roda-roda
 
6. Bantalan (Bearing)
Fungsi : Mencegah keausan dan mengurangi gesekan
 
7. Roda Penerus (Flywheel)
Fungsi : Menyimpan tenaga putar (inertia) yang dihasilkan pada langkah usaha, agar poros engkol (crank shaft) tetap berputar terus pada langkah lain nya
 
8. Katup (Valve)
Fungsi : Membuka dan menutup saluran masuk dan saluran buang
 
9. Tuas Katup (Rocker arm)
Fungsi : Menekan katup-katup sehingga dapat membuka
 
10. Karter (Oil Pan)
Fungsi : Menampung oli untuk pelumasan
 
11. Timing Chain / Timing Belt
Fungsi : Menghubungkan gerakan putar poros engkol (crank shaft) ke poros cam shaft
 
12. Kepala Silinder (Cylinder Head) 
Fungsi : Menempatkan mekanisme katup, ruang bakar dan juga sebagai tutup silinder

13. gasket
Menahan kebocoran cairan agar kompresi tidak bocor
 
14.nozzle injector
Komponen yang berfungsi menyalurkan bahan bakar ke silinder pada mesin injeksi 
 
15. VVT-i. ( variable valve timing-intelligent)
VVT-i adalah teknologi untuk membuat katup isap atau masuk bisa bekerja fleksibel atau luwes sesuai dengan putaran mesin. Dengan demikian, selain membuat kerja mesin makin efisien, masalah yang dihadapi pada putaran rendah dan tinggi pada mesin non-VVT-i bisa diatasi.
 
16. VVTL-I (Variable Valve Timing Lift-Intelligent)
VVTL-i (Variable Valve Timing Lift-Intelligent). Selain memainkan waktu bukaan katup, tingginya pun ikut dibedakan. Artinya pada sistem, ini bukan hanya waktu buka dan tutup katup isap yang bisa dikontrol sesuai dengan putaran mesin, juga tinggi angkatnya.
Pada putaran tinggi, katup terangkat lebih tinggi. Sementara itu, pada putaran rendah, katup terangkat lebih rendah dari dudukannya. Dengan demikian, selain efisien, hal itu juga menghasilkan tenaga mesin yang mumpuni, baik pada putaran rendah, maupun tinggi. VVTL-i digunakan Toyota pada Celica
 
17. VTEC (Variable Valve Timing and Lift Electronic Controlled )
Teknologi canggih Variable Valve Timing and Lift Electronic Controlled (VTEC) hasil inovasi Honda ini menampilkan mekanisme berbeda. Perbedaan utamanya adalah pada pergerakan katup masuknya. Pada mesin 16 valve, terdapat masing-masing dua katup masuk dan buang di tiap silinder.
VTEC diaplikasikan hanya pada katup masuk. Pada katup inilah pengontrolan efisiensi mesin lebih berpengaruh. Asumsinya, proses pembuangan tak memerlukan pembukaan katup variabel sebab semakin lancar gas buang, kerja mesin akan semakin enteng.
Pada mesin VTEC, kedua katup masuk tak selalu bergerak bareng. Misalnya, di putaran rendah hanya ada satu klep yang membuka. Bukaannya pun relatif kecil karena karakter camshaft yang menonjok katup ini cocok buat putaran rendah. Kondisi ini dinilai pas untuk mesin. Karena pada putaran rendah tak perlu suplai udara banyak. Selain itu, bisa terjadi turbulensi udara untuk membantu mencampur bahan bakar. Mesin jadi irit, efisien, juga ramah lingkungan.
Seiring naiknya putaran mesin, kebutuhan suplai udara juga meningkat. Langsung dijawab dengan katup kedua. Bukaannya lebih besar karena nok chamshaft punya karakter derajat lebih tinggi. Asyiknya, katup pertama tadi ikut membuka lebih lebar. Hal ini disebabkan ada pin yang menghubungkan rocker arm dan mendorong pin. Otomatis pin tadi akan mengunci kedua rocker arm. Karena rocker arm kedua digerakkan oleh nok camshaft yang berdurasi lebih tinggi, gerakan katup pertama jadi mengikuti.

18. i-VTEC ( Intelligent Variable Valve Timing and Lift Electronic Controlled )
i-VTEC (intelligent VTEC) yang juga dilengkapi mekanisme memajukan dan memundurkan pengapian. Tentu hasilnya lebih maksimal untuk meningkatkan efisiensi mesin.
 
19. EFI ( Electronic Fuel Injection.)
EFI ( Electronic Fuel Injection.) Pasokan bahan bakar yang dikontrol o/ komputer, jadi tidak pake karburator. Dan mobil akhirnya Irit bertenaga. Berbagai macam cara dan usaha yang dilakukan untuk mengurangi kadar gas buang beracun yang dihasilkan oleh mesin-mesin kendaraan bermotor seperti penggunaan BBM bebas timbal, penggunaan katalis pada saluran gas buang, dll.  
 
 20. DOHC (Dobble Overhead Camshaft)
       yaitu 2 cam dalam silinder head 

Minggu, 23 September 2012

Tips Modifikasi mobil


Untuk para pecinta mobil, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya modifikasi mobil. Bahkan banyak perlombaan yang mengkhususkan pada mobil-mobil hasil modifikasi. Bagian yang dimodofikasi bisa bagian dalam maupun bagian luar dari mobil. Agar hasil modifikasi benar-benar sesuai keinginan dan tidak salah langkah, ada baiknya anda membaca terlebih dahulu beberapa tips berikut ini :
  1. Jika anda benar-benar baru dalam hal modifikasi, sebaiknya menggunakan jasa modifikator yang sudah terbukti reputasinya. Dengan begini anda dapat lebih memfokuskan pada rancangan awal bagaimana modifikasi mobil yang diinginkan. Untuk selanjutnya, modifikator pasti akan memberi masukan-masukan dari rancangan anda tersebut.
  2. Setelah desain awal selesai, saatnya untuk menyesuaikan dengan budget yang ada. Cari tahu dulu berapa harga yang dibutuhkan untuk modifikasi ini, mulai dari spare part sampai honor untuk sang modifikator. Jangan memasang budget yang terlalu pas, beri kelonggaran beberpa persen untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.
  3. Buat daftar spare part. Sebelum berbelanja, mulailah dengan mencatat dulu semua keperluan, kemudian catat pula barang apa yang sudah dibeli agar tidak membeli barang yang sama dua kali.
  4. Jika Anda berniat memodifikasi mobil dari awal, maka anda harus memilih terlebih dahulu mobil yang sesuai. Cari mobil bekas yang masih layak untuk dimodifikasi. Dan yang paling penting, pastikan mobil tersebut bukan mobil curian !!
  5. Jika anda berniat mengganti cat mobil, terlebih dahulu harus dilakukan pengikisan cat. Yang biasa dilakukan adalah dengan metode blasting yang membuat mobil kembali ke warna asal yaitu abu-abu. Setelah pengikisan selesai, saatnya anda menghubungi tukang cat berpengalamandan mulai memilih warna. Yang terpenting disini adalah kualitas cat, jangan sampai memilih cat yang murah tapi dengan kualitas murahan pula.
  6. Untuk mesin, rem, suspensi, dan ban, cari tipe dan jenis yang cocok dengan mobil anda, agar komponen-komponen tersebut tahan lama. Mesin adalah bagian paling penting dan mahal. Pastikan anda memilih mesin sesuai dengan apa yang anda desain sebelumnya.
  7. Setelah semua terpasang, saatnya memperhatikan desain interior dan eksterior. Hal inilah yang paling menarik perhatian orang, oleh karena itu pilihlah warna dan teknik sapuan yang tepat, dengan demikian mobil anda akan terlihat indah.
Jika anda benar-benar penggemar modifikasi, ada baiknya anda bergabung dengan berbagai komunitas, sehingga anda dapat saling bertukar pengalaman. Ingat, pengalaman adalah guru yang terbaik. Selamat menikmati mobil hasil modifikasi Anda....